Minggu, 13 Juli 2014

Curhatan seorang pasien BRC CIBADUYUT yang sebelumnya capek berobat kemana-mana

Mungkin ini bukan curhatan tapi sebuah cerita pengalaman ketika seorang pasien memutuskan untuk mengambil terapi di BRC Cibaduyut. Bilang saja namanya "A", seorang wanita paruh baya yang waktunya banyak disibukan dengan mengajar mahasiswa di sebuah universitas swasta di kota Bandung. Beliau banyak cerita tentang pengalamannya berobat dari yang terdekat sampai singapura dan melbourn Australia.

Yang dirasakannya adalah sakit di dada kiri, tanpa sesak dan itu terjadi berulang-ulang dan mendadak diwaktu yang tidak beraturan, dan setelah itu telinganya mendengung dan sakit. Ibu ini sudah mengalaminya sejak 12 tahun yang lalu, tepatnya setelah beliau menikah dengan suaminya yang seorang wiraswasta kuliner di kota bandung juga. Menurut beliau kalau dihitung pengobatan yang telah ia coba dan kunjungi beliau pun tak ingat, dan apabila biayanya dihitung beliau bilang bisa menghajikan seluruh keluarga besarnya, beliau menyebutkan perjuangan untuk sembuh ini cocok juga untuk di jadikan sebuah cerita novel atau buku cerita.

Singkat cerita beliau mengenal pengobatan bekam dan klinik BRC Cibaduyut dari rekan kerjanya yang bercerita kalau keluarganya rutin di bekam dan hasilnya cukup baik, jarang yang masuk rumah sakit. Dan suatu waktu pernah beberapa  diajak untuk berkunjung ke klinik BRC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar